SAHABAT :

Isnin, Oktober 05, 2015

PAYA MENORA... DESAKU YANG PENUH KENANGAN

Paya Menora...kampungku yang telah kutinggalkan berpuluh tahun yang lalu, masih teringat kenangan silam pada tahun 1975 - 1980.. ketika itu aku masih bersekolah rendah darjah 1 - 6 di SK Tembak...setiap hari kami anak-anak kampung berjalan kaki sejauh lebih kurang 3km ke jalan besar untuk menunggu bas ke sekolah...teman-teman persekolahan kini semua telah tiada .., keluar berhijrah meninggalkan desa, mencari kehidupan yang lebih baik di tempat lain... Begitu juga aku, kini usiaku telah mencecah 47 tahun, juga ku tinggalkan desa yang penuh kenangan ini demi tuntutan kerjaya demi masa depan zuriat dan keluarga...

Kadang-kadang..sekali sekala..aku pulang berkunjung ke desa tercinta ini,.. kadang berkereta kerapnya bermotorsikal kerana jarak rumahku dengan desa ini tidak  seberapa likunya.., aku tinggal di bandar yang jaraknya lebih kurang 35km dari desa ini...alhamdulillah... tuntutan kerjaya dan mencari nafkah tidak melempar aku terlalu jauh dari desa penuh bermakna ini... cuma bila aku pulang ke desa ini.. tiada lagi orang yang aku kenali... generasi baru yang mewarisi desa ini adalah anak-anak temanku dulu sebahagiannya...walaupun ada juga seorang dua pendatang baru sebagai penghuni ....

Desa ini ... kini di tahun 2015 tidak banyak berubah berbanding tahun 1980-an sewaktu aku membesar bersama teman-teman bermain riang di dadanya yang indah..semulajadi dan belum disentuh pemodenan...tiada gajet canggih untuk kami .., kadang-kadang kami berkumpulan melastik burung di belukar desa dari pagi hingga rembang tiba... kadang-kadang kami menelusuri paya menyauk sempilai untuk dipelihara... ada kalanya riuh rendah kami bersorak menyaksikan sempilai kami berlaga... kini memori ini... terus kuingati walaupun ia makin ditelan usia...

Desaku ini... liku jalannya masih seperti dulu... rumah-rumah juga tidak banyak bertambah.., seakan-akan kurasakan hidup di desa ini ... pada hari ini sudah tidak meriah... seperti zamanku membesar dulu ... waktu petang kami anak-anak kampung akan memenuhi padang kecil pinggir paya.., bermain mesra hingga ke senja.., riuh rendah hingga terleka..

...Lamunanku terhenti di sini... kini tahun 2015 .. aku bermukim di Astana Park Home Sungai Petani... namun kadang-kadang memori indah itu menggamit kenangan...  memori ini akan terus abadi ...