SAHABAT :

Selasa, November 08, 2011

SUKU MAYA MEXICO MEMELUK ISLAM


Mexico City. Dibesarkan sebagai seorang Kristian, Manuel Gomez sekarang berganti nama menjadi Mohamed Chechev. Tepatnya, setelah dia mengucap dua kalimah syahadah beberapa tahun lalu. Bersama beberapa orang masyarakat Tzotzil lain, dia bersyahadah setelah menerima pencerahan dari seorang Muslim dari Sepanyol yang bermukim di Mexico Selatan.
“Saya Muslim, saya tahu kebenaran kini. Saya berdoa lima kali sehari, berpuasa Ramadhan dan telah melakukan perjalanan ke Makkah,” kata Chechev dalam bahasa Sepanyol.
Dia tinggal di sebuah komuniti Protestan di Chiapas yang disebut Nueva Esperanza di pinggiran San Cristobal de las Casas. Dia berkongsi sebuah rumah sederhana dengan 19 ahli keluarga dan menjual sayuran yang ditanamnya di sebidang tanah.
Referensi Alkitab berlimpah-limpah di Nueva Esperanza, dengan jalan-jalan bernama Betlehem dan sejenisnya. Tetapi, Nueva Esperanza kini juga menjadi rumah bagi sekitar 300 warga Tzotzil, masyarakat adat asal Maya, yang telah memeluk Islam dan hidup selaras dengan sisa populasinya.
Isteri Chechev yang bernama Noora (terlahir bernama Juana) dan adik iparnya, Sharifa (sebelum Islam bernama Pascuala) juga menjadi Muslim mengikuti jejaknya. Mereka mengenakan gaun panjang dan bertudung menutupi rambut mereka.
Noora adalah puteri dari seorang pemimpin pribumi Protestan yang diusir dari San Juan Chamula, kota terdekat di mana Parti Revolusioner Institusional dan keuskupan tertinggi Katolik memerintah. bersama puluhan keluarga lainnya, mereka terusir tahun 1961 kerana mempertahankan fahaman Kristian Protestan.
“Di Chamula, tidak menganut Katolik atau anggota parti PRI adalah sebuah kejahatan. Mereka juga marah kerana Protestan menganjurkan berhenti minum alkohol, salah satu perniagaan tempatan yang utama,” kata Susana Hernandez, yang tinggal di wilayah itu.
Beberapa orang pribumi telah sangat kritis terhadap umat Katolik untuk mengidentifikasi terlalu dekat dengan Partai Revolusioner Institusional yang memerintah Mexico selama 70 tahun. Seorang pemimpin adat bernama Domingo Lopes, yang juga aktivis gereja Advent, akhirnya mendapat hidayah setelah mengenali Islam.
Dia menyatakan keislamannya tahun 1993, dan menjadi buah mulut di wilayah itu. Namun kemudiannya, ramai yang mengikuti jejaknya menjadi Muslim.
Menurut antropologis Gaspar Morquecho, sebanyak 330 ribu warga Tzotzil di Chiapas memang mempunyai sejarah beberapa kali bertukar agama. Dulu, mereka dipaksa dengan kekerasan untuk menganut Katolik di zaman penjajahan Sepanyol menguasai wilayah itu pada abad ke-16. Ketika itu, hanya sedikit yang beragama Islam. Umumnya, mereka percaya agama nenek moyang mereka, dan Protestan.

2 ulasan:

  1. salam, Alhamdulillah...semoga Islam terus mendapat tempat dihati bukan Islam yg lain dgn usaha dakwah umat Islam dan taufik hidayah yg Allah berikan.

    T kasih krn sudi letak link Mazha 2010 di blog yg hebat ini...sy juga tlh letkkkan link blog ini di blog Mazha 2010...

    BalasPadam
  2. Terima kasih kembali... mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini yang bermula drpd minat akan memberi manafaat kepada orang lain... dan dicatat sebagai amal soleh...

    BalasPadam