SAHABAT :

Jumaat, April 29, 2011

SALAH LAKU SEKSUAL SAI BABA


Seiring berjalannya waktu, nama Sai Baba menjadi perbincangan hangat. Selain digembar-gemburkan memiliki mukjizat, tidak lain juga bukti-bukti yang mengheret nama Sai Baba dalam serangkaian kes pencabulan seksual.

Adalah fakta yang tidak dapat dimungkiri ketika nama Sai Baba terjerat “kisah” memalukan ini. Pada jun 2004, misalnya, dalam sebuah liputan khusus BBC yang berjudul “Secret Swami”, mengungkapkan dua lelaki rakyat Amerika yang bersaksi bahawa dalam sebuah acara penyembuhan, Sang Guru kerap menyentuh alat vital mereka. Dia mengatakan,

"Sai Baba adalah Tuhan. Dia bebas melakukan apapun yang dia ingin lakukan terhadap saya? Ia telah mempercayai saya, iman saya, cinta saya dan persahabatan saya, dia adalah diri saya dalam sebuah totalitas"

Masih dalam laporan itu, Alaya, korban lainnya juga mengatakan hal serupa. Dia mengaku mengalami pencabulan seksual ketika menjalani ritual-ritual ajaran Sai Baba. Alaya menyatakan bagaimana Sai Baba berkata padanya seperti sebuah sabda yang mesti diikuti.

Alaya berkata: "Aku ingat dia berkata, jika Anda tidak melakukan apa yang saya katakan, hidup Anda akan dipenuhi dengan rasa sakit dan penderitaan." Keluarga Alaya sendiri merasa terkejut atas kejadian itu. Mereka secara terbuka merasa dikhianati oleh Sai Baba.

Selain itu dalam laporan lainnya yang menjelaskan praktik Sai Baba juga memperlihatkan gejala serupa. Seperti dikutip dari laman Rickross.com, dalam laporannya “Sex Scandal Swirls Around Sai Baba”, pada Disember 2004, mengungkapkan beberapa pengakuan pengikut Sai Baba.

Dalam laporan itu, dikatakan Sai Baba memerintahkan pesakitnya untuk membuka seluarnya dan memungkinkan sang Guru untuk memijat penisnya. Lebih rinci, salah seorang pengikut lainnya juga mengungkapkan,

"During my 'private audiences' with Sai Baba, Sai Baba used to touch my private parts and regularly massage my private parts, indicating that this was for spiritual purposes,"

Ada juga yang menulis,

"He grabbed my head and pushed it into his groin area. He made moaning sounds. As soon as he took the pressure off my head and I lifted my head, Sai Baba lifted his dress and presented me a semi-erect member, telling me that this was my good luck chance, and jousted his hips towards my face,"

Produser BBC, Eamon Hardy dan pasukan penyiasatnya melihat sebenarnya ada pertanyaan serius yang harus diungkap: Mengapa Sai Baba yang berkali-kali melakukan pencabulan dan bebas dari tindakan undang-undang India? Eamon menilai bahawa di sinilah kedewasaan politik India akan diuji, apakah mereka adil memperlakukan Sai Baba atau tidak.

Pertanyaan Eamon menjadi sangat penting, sebab kita ketahui sendiri, pemerintah India adalah murid Sai Baba sendiri, bahkan paling tidak mereka menilai bahawa Sai Baba adalah guru Spiritual bagi masyarakat India dan tokoh yang harus dihormati.

Ini boleh dilihat ketika Politikus tinggi India, seperti mantan Presiden India Dr. A. P. J. Abdul Kalam dan mantan Perdana Menteri Atal Bihari Vajpayee menjadi tamu resmi ashram di Puttaparthi pada perayaan ulang tahun Sathya Sai Baba yang ke-80.

Terry Kennedy dalam laporannya “Deccan Herald: Sathya Sai's birthday Celebrations On” mengungkapkan data yang fantasitis bahawa lebih dari jutaan, termasuk 13,000 delegasi dari India dan 180 negara lain yang hadir pada perayaan itu.

Akhirnya pertaruhannya menjadi sangat besar dan sulit ketika kes ini harus menjatuhkan Sai Baba ke penjara, kerana harga diri India turut dipertaruhkan. Nama Sai Baba akhirnya menjadi satu-satunya warga negara yang tidak boleh dikenakan tindakan undang-undang.

Namun Sai Baba selalu menafikan tuduhan-tuduhan yang didakwa kepadanya. Dia mengaku tidak pernah melakukan serangkaian pencabulan seksual, sekalipun sudah banyak bukti dan korban yang mengungkap kejahatannya.

Di Sweden kesnya juga turut mencolok Sai Baba. Conny Larsson, seorang aktor di negeri itu, mengungkapkan kisahnya saat dipaksa berhubungan seksual oleh Sai Baba. Pernyataan Larsson itu membuat gempar Sweden, dan kesannya ditutup Organisasi Sai Baba di Sweden.

Pengakuan lainnya juga datang dari seorang mantan Ashram yang diizinkan oleh Mahkamah Agung India untuk menyelidiki kes Sai Baba. Mantan relawan itu mengatakan ada kes dimana kanak-kanak 14 tahun disuruh tinggal di kamar Sai Baba dengan alasan mendapat keberkatan. Namun sayang pada kebanyakan kes, orang tua mereka adalah pengikut Sai Baba selama 20 tahun dan tidak percaya atas tuduhan itu.

Bahkan Pernah suatu ketika UNESCO menarik diri menjadi penaja pada sebuah persidangan pendidikan di India terkait dengan Sai Baba dan menyatakan keprihatinan atas merebaknya laporan dugaan pencabulan seksual yang melibatkan anak muda dan anak-anak yang dilakukan oleh Sai Baba. Menariknya atas serentetan tuduhan itu, Sai Baba selalu mengelak, dan terlepas dari undang-undang India yang longgar terhadap dirinya.

Kini, Sai Baba telah menghadap Yang Maha Kuasa. Dan di hadapan Allah, di pengadilan yang paling tinggi, ketika tangan, kaki, dan mulut terkunci, mungkinkah ia masih bisa mengelak?(pz)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan