SAHABAT :

Sabtu, April 23, 2011

DOA DITOLAK KERANA SEBUTIR KURMA


Setelah menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat menziarahi masjidil Aqsa. Untuk bekal dalam perjalanan, dia membeli seuncang kurma dari pedagang tua berhampiran Masjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak di atas timbangan. Menyangka kurma itu sebagian dari yang dia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu dia terus berangkat menuju Al Aqsa.


Empat Bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, dia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan di bawah kubah Sakhra. Dia solat dan berdoa dengan kyusuk sekali. Tiba- tiba dia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.
“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara' yang doanya dikabulkan
Allah,” kata malaikat yang satu.
“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yang lalu dia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di Masjidil Haram,” jawab malaikat yang satu lagi.


Ibrahim bin Adham terkejut sekali, dia tersentak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya,
solatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh Allah kerana
memakan sebutir kurma yang bukan haknya. “Astaghfirullahal adzhim” Ibrahim
beristighfar. Dia terus berkemas untuk berangkat kembali ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah dimakannya.
Sebaik sampai di Mekkah dia terus menuju tempat penjual kurma itu, tetapi dia tidak
menemui pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. “Empat bulan yang lalu saya membeli kurma di sini dari seorang pedagang tua, ke mana dia sekarang ?” tanya Ibrahim.
“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya menjual
kurma” jawab anak muda itu.
“Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya harus meminta penghalalan ?”.
Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yang dialaminya, anak muda itu mendengar penuh minat. “Nah .... begitulah” kata Ibrahim setelah bercerita, “Engkau sebagai ahli waris orang tua itu, mahukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur aku makan tanpa izinnya?”.
“Bagi saya tidak ada masalah. Insya Allah saya halalkan. Tapi bagaimana dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang lagi. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka kerana mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.”
“Di mana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu.”

Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi menemui mereka. Biar pun jauh, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalalkan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.


Empat bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada di bawah kubah Sakhra. Tiba- tiba dia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap- cakap. “Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara memakan sebutir kurma milik orang lain.”


“Oh tidak.., sekarang doanya sudah makbul , dia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram kerana masih milik orang lain. Sekarang dia sudah bebas.”

Oleh sebab itu berhati-hatilah dengan makanan yang masuk ke tubuh kita, kerana menikmati kelazatan yang sedikit boleh menyebabkan kita merana sepanjang hayat ....

Tiada ulasan:

Catat Ulasan