SAHABAT :

Rabu, April 20, 2011

AKTIVIS HAK ASASI MANUSIA MOROCCO MINTA TRADISI CIUM TANGAN RAJA DIHAPUSKAN


Seperti di negara Arab lain yang sedang digoncang revolusi anti kerajaan, Kerajaan Morocco juga sedang menghadapi tuntutan reformasi dari sebahagian rakyatnya. Tapi, bukan menggantikan pemerintah atau tuntutan kesejahteraan awam, Morocco sebenarnya termasuk negara kaya dengan pendapatan per kapita rakyatnya sebesar USD5000.

Tuntutan mereka adalah reformasi protokol kerajaan Morocco, yang dianggap keterlaluan dalam meletakkkan posisi raja dan merendahkan rakyat jelata. Tuntutan ini termasuk langkah berani, mengkritik protokol raja yang selama ini dianggap tabu.

Abdelhamid Amin, Timbalan Presiden Pertubuhan Hak Asasi Manusia Morocco yang mengutarakan tuntutan agar protokol kerajaan Maroko diperbaiki. Dalam sebuah rancangan television, Amin secara terbuka mengcam tradisi sujud di depan raja dan mencium tangan raja sebagai bentuk penghormatan terhadap raja.

"Bentuk protokol sepert itu memalukan dan sama artinya dengan perhambaan," kata Amin dalam acara "Live with You" yang disiarkan stesyen television nasional Morocco baru-baru ini.

Kenyataan Amin itu khabarnya terus dibahas dalam sidang kabinet, dan sejumlah menteri mengecam stesyen TV tersebut yang telah mengundang Amin dalam program itu. Selama puluhan tahun semua pegawai kerajaan--termasuk menteri-menteri dan 32 juta rakyat Morocco mematuhi peraturan kerajaan ini.

Menurut peneliti dan aktivis Hak Asasi Manusia di Morocco, Ahmad Assid, pelanggaran pertama ke atas protokol bertemu raja ini terjadi pada tahun 2002 ketika dia dan 24 aktivis sosial kemasyarakatan bertemu raja dan hanya bersalaman dengan raja, tanpa sujud atau mencium tangan raja.

"Raja menerima sikap ini dengan ramah dan senyum lebar, tapi para pegawai protokol kerajaan berbeza pendapat," kata Assid.

"Saya menyeru agar tradisi lama yang merendahkan darjat manusia itu dihapus, dan jika pemerintah menolak penghapusan tradisi itu, saya melihatnya sebagai penolakan kerajaan terhadap perubahan yang dituntut rakyat yang sekarang sedang menggoncang dunia," tegas Assid.

Ahli politik dari Parti Keadilan dan Pembangunan Morocco, Mustapha El Khalfi menyokong seruan itu. Dia mengatakan, banyak protokol kerajaan perlu dikaji dan disesuaikan dengan perubahan situasi yang terjadi pada abad ini.

Tradisi bersujud dan mencium tangan ketika bertemu raja, dimulakan sejak Morocco mengisytiharkankan kemerdekaannya dari Perancis pada tahun 1956, khususnya setelah Raja Hasan II naik takhta.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan