SAHABAT :

Rabu, April 13, 2011

AJARAN SESAT "MILLATA IBRAHIM" DI ACHEH


Penyebaran ajaran sesat Millata Abraham/Ibrahim, kini sudah menyebar di berbagai wilayah di Acheh. Jika beberapa waktu lalu ajaran ini hanya ada di Kabupaten Bireuen, ajaran tersebut kini ditemukan di Banda Aceh.

Kesesatan ajaran Millata Ibrahim dapat dilihat ketika mereka membenarkan perkawinan antara saudara kandung, dan seorang bapa boleh menikahi anak perempuan kandungnya. Ajaran ini juga mengganti nama Ibrahim menjadi Abraham, Daud menjadi David dan Yusuf berganti Yosep, dan seterusnya. Bahkan ada yang berganti nama menjadi Bunda Maria.

“Aliran ini juga tidak percaya kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul Allah yang terakhir dan diyakini masih ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW,” kata Ketua MPU (Majlis Permusyawaratan Ulama) Banda Aceh, A. Karim Syeikh.

Di Banda Aceh ajaran Millata Abraham banyak mempengaruhi pemuda-pemuda cerdas yang yang suka kehidupan agama, tapi kering pemahaman tentang Islam yang sebenarnya. Korban terbanyak dari Millata Abaraham adalah para mahasiswa Universiti Syiah Kuala, Banda Aceh.

Bahkan, menurut Wakil Gabenur Acheh, Muhammad Nazar, ada laporan setiap pengikut ajaran Millata Abraham mendapat gaji Rp15 juta sebulan agar meninggalkan Islam yang sebenarnya. Yang direkrut sebahagian besar dari kalangan orang-orang kurang mampu terutama mereka yang cerdas. Ada kemungkinan sebahagian pengikutnya akan dibawa keluar Acheh. Apatah lagi asal aliran tersebut dari luar Acheh dan pengendalinya berada di luar daerah.

Mereka disyaki mendapat suntikan dana dari luar Acheh, Kemungkinan tersebut harus diselidiki bagi mencegah bahaya aliran tersebut yang dapat memecah belah umat dan masyarakat di provinsi paling barat Indonesia itu.

Sementara itu, kalangan ulama mendukung kepolisian jajaran Polresta Banda Aceh yang telah menangkap pentolan komunitas aliran sesat “Millata Abraham” di kawasan Peurada di kota tersebut.

“Kami memberikan apresiasi kepada Polri yang bertindak cepat dalam mengatasi keresahan masyarakat karena penyebaran aliran sesat kelompok “Millata Abraham” di Banda Aceh,” kata Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali di Banda Aceh.

Kagiatan pentolan pembawa aliran/ajaran sesat itu mengakibtkan sejumlah pelajar dan mahasiswa terpengaruh dan mengikuti aliran “Millata Abraham” tersebut.

“Anak-anak yang telah mengikuti aliran/ajaran sesat Millata Abraham itu adalah korban dari misi dan kegiatan pentolan itu. Pentolan itu sangat pantas mendapatkan hukuman mati. Mereka telah merusak masa depan anak-anak Aceh,” kata Faisal Ali menegaskan.
(sumber : eramuslim)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan