SAHABAT :

Rabu, Mac 16, 2011

PARA IMAM MENYERTAI ANAK MUDA MEMPROTES KERAJAAN DI ALJERIA


Ketika ribuan anak muda Aljeria turun ke jalan dan memprotes pemerintah kerana buruknya keadaan kehidupan rakyat dan kenaikan harga barang keperluan harian, pemerintah Aljeria meminta para imam yang digaji oleh negara untuk memberikan ceramah-ceramah yang boleh menenangkan situasi. Tapi sekarang, para imam itu pula yang melakukan protes terhadap pemerintah.

"Kami sangat marah, keadaan hidup kami sehari-hari sangat buruk," kata Hajaj El Hadj, yang sudah bekerja selama 20 tahun sebagai imam masjid di Aljeria. "Kami menuntut kenaikan gaji yang lebih munasabah," katanya.

Sebagai salah seorang dari empat imam di masjid kota Staoueli, tugas El Hadj adalah memimpin salat lima waktu, memberikan khutbah Jumaat, dan mengendalikan aktiviti sosial bagi masyarakat sekitar. Seperti para imam lainnya yang secara resmi terdaftar sebagai kakitangan kerajaan, El Hadj mendapat gaji dari pemerintah. Dia dan rakan-rakannya memutuskan untuk melakukan aksi protes setelah melihat pegawai di sektor lain menerima kenaikan gaji.

"Polis menerima kenaikan gaji sehingga 50 peratus, tapi pemerintah lupa untuk memasukkan kami ke dalam daftar penjawat awam yang gajinya juga harus dinaikkan. Setelah 20 tahun menjadi imam, gaji saya cuma sekitar 317 USD sebulan. Kami tidak boleh menerima keadaan ini lagi," ujarnya.

"Ketika terjadi rusuhan bulan Januari lalu, pemerintah meminta kami, para imam masjid, untuk memainkan peranan menenangkan keadaan. Kami berusaha keras untuk meyakinkan anak-anak muda agar menghentikan rusuhan, tetapi pemerintah tidak melakukan apapun untuk menghargai kerja keras kami. Ini tidak adil," tegas Imam El Hadj.

Sekitar 100 ribu imam yang selama ini mendapat gaji dari pemerintah, bersama para mahasiswa, doktor, pegawai tadbir awam, pemandu, pekerja perusahaan minyak, bahkan anggota polis, bersama-sama melakukan aksi tunjuk perasaan menuntut kenaikan gaji dan kualiti hidup yang lebih baik. Mereka mengancam akan melakukan mogok kerja jika pihak pemerintah tidak memenuhi tuntutan mereka.

Aljeria turut terkena tempias gelombang "revolusi" di sejumlah negara Arab. Untuk mereda aksi-aksi protes rakyat, pemerintah Aljeria berusaha melakukan perbaikan di bidang perekonomiannya antara lain memberikan subsidi, menaikkan gaji dan memberikan pinjaman tanpa faedah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Namun upaya itu tetap tidak memadai, kerana masih terjadi aksi protes dan mogok kerja, yang meskipun skalanya kecil dan bersifat setempat, namun ia boleh berkembang menjadi aksi massa yang tidak boleh dikawal lagi.

(eramuslim)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan