SAHABAT :

Sabtu, Januari 01, 2011

CARA WARGA ACHEH MENYAMBUT TAHUN BARU 2011



SONGSONG TAHUN BARU 2011 Aceh Larut Dalam Zikir

BANDA ACEH - Menyongsong Tahun Baru 2011, ribuan warga Aceh, Kamis (30/12) sore, larut dalam doa dan zikir akbar yang dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Selain diikuti ribuan warga, doa yang dipimpin ulama bermazhab Syafii dari Republik Yaman, Habib Umar bin Hafizh itu juga ikuti 200 ulama dari seluruh Aceh dan ratusan habib dari seluruh Indonesia. Doa yang dilantunkan ulama besar itu dimaksudkan agar masyarakat Indonesia, khususnya Aceh, dijauhkan dari segala marabahaya dan diberkahi Allah kebaikan dan rahmat yang melimpah.

Ketua Panitia Zikir Akbar, Teungku Tarmizi M Daud, menyebutkan, zikir dan doa bersama itulah yang seharusnya dicontoh dan dilakoni seluruh umat Islam di dunia saat menyongsong tahun baru masehi, demikian pula pada tahun baru hijrah. Jadi, menyambut pergantian tahun bukan dengan cara berfoya-foya atau menunjukkan sifat euforia (perasaan gembira berlebihan), maupun dalam bentuk kegiatan yang bisa mendatangkan pengaruh setan.

“Momentum tersebut juga bisa kita manfaatkan untuk mengintrospeksi diri agar menjadi insan yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” sebut Tarmizi. Menurutnya, zikir akbar tersebut juga diikuti dengan pertemuan (multaka) ulama Aceh, baik dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) maupun Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) yang dilangsungkan di Asrama Haji, Banda Aceh, nanti malam.

Dengan doa dan zikir akbar itu, ungkap Teungku Tarmizi, diharapkan tahun 2011 yang akan dijelang lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya dan senantiasa dalam rida Allah. Kegiatan doa dan zikir akbar itu bertajuk: Aceh berzikir, nanggroe bermartabat dan bersyariat. “Antusiasme ribuan warga mengikuti doa dan zikir akbar ini luar biasa. Ini karena di dalam jiwa masyarakat Aceh umumnya telah tertanam nilai Islam yang cukup kuat. Yang diperlukan saat ini hanyalah dukungan pemerintah dalam upaya penegakan syariat Islam secara kafah di Aceh,” ungkap Tarmizi.

Silaturahmi
Menurutnya, kedatangan ulama dari Yaman itu tulus keinginannya sendiri. Sebab, Habib Umar bin Hafizh ingin menyaksikan langsung bagaimana Aceh bersyariat Islam. Tujuannya lainnya datang ke Aceh adalah untuk bersilaturahmi langsung dengan para ulama Aceh. “Beliau juga ingin ziarah ke makam para syuhada dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Aceh,” sebut Tarmizi. Wakil Gubernur Aceh (Wagub), Muhammad Nazar yang menyampaikan kata sambutan dalam bahasa Arab, meminta para ulama di seluruh dunia bersatu dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi umat Islam selama ini. “Bagi umat muslim dan dunia yang sedang dirundung berbagai persoalan saat ini, perlu dorongan ulama dalam menyelesaikannya,” sebut Nazar.

Wagub mengaku prihatin dengan perpecahan yang dialami umat Islam selama ini, karena saling mengaku bahwa ajaran merekalah yang paling benar serta adanya degradasi moral yang memkhawatirkan terjadi di tengah umat Islam sekarang. “Setiap masalah yang dihadapi oleh sebuah negara Islam, dianggap seperti belum menjadi tanggung jawab bagi negara Islam lainnya untuk membantu dan menyelesaikannya. Padahal, mayoritas penduduk dunia ini beragama Islam. Seharusnya mereka bersaudara, bukan membiarkan begitu saja tanpa ada upaya apa pun,” ungkap Nazar. Ia mengharapkan ulama menjadi sosok pemersatu umat yang mulai terpecah belah saat ini dengan cara kembali secara bersama-sama meningkatkan frekuensi dan kualitas pendidikan moral bagi generasi muda Islam, khususnya di Aceh. (mir)

m.serambinews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan